PM Cambodia Menyelidiki Kejahatan Terkait Perjudian

Polisi Militer PM Nasional Cambodia menyelidiki 48 kejahatan terkait perjudian pada 2019. Menjamurnya kasino dan pusat judi online telah menjadi kontraproduktif di Cambodia dan itulah sebabnya pemerintah telah merencanakan untuk melarang semua bentuk perjudian online di negara ini. Terkait keterampilan penting dalam memberantas kejahatan yang ada pada Cambodia.

PM Cambodia Menyelidiki Kejahatan Terkait Perjudian

Menurut angka terbaru untuk 2019 yang dirilis oleh Polisi Militer Nasional Cambodia. Pihaknya menerima 2.550 laporan kejahatan di seluruh Kerajaan tahun ini yang 48 di antaranya adalah kejahatan yang terkait dengan perjudian.

Sementara pasukan Polisi Militer Nasional berhasil menyelesaikan sebagian besar kasus. Dikatakan bahwa 800 dari total kejahatan masih dalam penyelidikan dan akan segera diselesaikan.

Polisi Militer Nasional mengatakan bahwa dari 2.398 kasus sudah, 963 melibatkan pengedaran narkoba, penggunaan narkoba (188), pembunuhan (14), penculikan (13), pemerkosaan (35), pencurian dengan keadaan yang semakin memburuk (28) dan kekerasan dengan keadaan yang semakin parah (67).

Dikatakan juga bahwa mereka menyelidiki delapan kasus perdagangan manusia, perampokan (142), perampasan di jalan (33), penipuan (33), tindak kekerasan yang disengaja (27), penggunaan yang tidak sah dan kepemilikan senjata (21), penanaman ganja (empat) ), menyebabkan kerusakan yang disengaja (16), pelanggaran kepercayaan (30) dan perjudian (48).

Polisi Militer ( PM ) Cambodia Menyelidiki 48 Kejahatan Perjudian Pada 2019

Sementara upaya yang dilakukan oleh polisi militer dalam memberantas kejahatan di negara itu telah dipuji, Cambodia berharap untuk melihat penurunan tajam dalam jeritan terkait judi begitu larangan judi online di negara itu berlaku ketika lisensi saat ini berakhir.

Cambodia telah melarang masalah lebih lanjut tentang lisensi perjudian online dan negara juga telah meluncurkan upaya untuk memverifikasi apakah operator perjudian berlisensi di negara itu masih menawarkan perjudian online.

Mayoritas orang yang terlibat dalam industri perjudian online Cambodia adalah warga negara Cina. China telah menuntut penutupan semua operasi perjudian online di wilayah tersebut. Sementara upaya Cambodia untuk menangani perjudian online telah dihargai oleh para diplomat Cina yang bertetangga dengan Filipina. Negara menolak untuk menyerah pada tuntutan China.

Juru bicara kelompok hak asasi Adhoc, Soeung Sen Karuna mengatakan: Baik bahwa mereka menyoroti prestasi para perwira polisi militer. Kini yang dicapai melalui kerja keras sepanjang tahun. Ini berkontribusi untuk meningkatkan moral dan menjaga ketertiban dan keamanan sosial.

“Kami ingin melihat aksi yang lebih tegas dan lebih baik terhadap kejahatan. Pihak berwenang harus mengeluarkan lebih banyak upaya dalam mendidik orang tentang hukum, tambah Karuna.

Share This Post: